Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Teroris Digerebek, Ciputat Macet, Cari Jalur Alternatif

Jumat, 09 Oktober 2009

TANGERANG, KOMPAS.com — Penggerebekan teroris oleh Tim Densus 88 Antiteror di kawasan Ciputat mengakibatkan arus lalu lintas di sejumlah jalan raya di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (9/10), mengalami kemacetan parah. "Biasanya tidak sampai semacet ini," kata seorang warga, Lulu Fitri, di Ciputat, Jumat.

Lulu memaparkan, saat keluar menjelang waktu shalat Jumat, kepadatan arus lalu lintas telah terjadi antara Pasar Ciputat hingga kawasan Gintung.


Ia baru mengetahui bahwa kemacetan tersebut merupakan dampak dari operasi penggerebekan yang dilakukan Densus 88. "Saya baru tahu setelah melihat dari televisi," katanya.

Sementara itu, pantauan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya saat ini menunjukkan bahwa arus lalu lintas padat merayap di Jalan Ciputat Raya, baik dari arah Pasar Jumat ke Ciputat maupun sebaliknya.

Menurut TMC, kemacetan tersebut diakibatkan banyak warga yang ingin melihat lokasi penggerebekan yang terletak di Jalan Semanggi II, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.

Untuk itu, para pengguna jalan raya diimbau untuk menghindari jalan raya di kawasan Ciputat dan sekitarnya serta bisa mengambil jalur alternatif agar tidak terjebak dalam kemacetan.

Sebelumnya, dua buronan teroris yang diduga Syaifudin Zuhri (36) dan Mohammad Syahrir (41) tewas ditembak Tim Densus 88 di lokasi penggerebekan pada sekitar pukul 11.00.

Saat ini, jenazah kedua teroris yang terlibat peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009 itu telah berada di kamar mayat Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses identifikasi mayat oleh tim forensik.

Sumber: www.kompas.com

Selanjutnya...

Akhir Pelarian Sang Penerus Noordin M Top

JAKARTA - Tersangka teroris Syaifudin Zuhri bin Djaelani Irsyad diburu oleh Detasemen 88 Antiteror Polri sejak ledakan bom yang mengguncang Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton 17 Juli lalu. Zuhri merupakan perekrut pengantin -istilah untuk pelaku bom bunuh diri- Dani Dwi Permana (18) dan Ikhwan Maulana alias Nana (28).

Pria dengan tinggi 165 sentimeter ini pernah tinggal di Perumahan Telaga Kahuripan Candraloka RT 003 RW 010, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut penuturan warga sekitar, Zuhri menempati rumah yang berlokasi di Blok CC nomor 6 sejak tahun 2006.

Karena kepintarannya dalam bidang agama, Zuhri ditunjuk sebagai Imam Masjid As Surur yang tak jauh dari kediamannya. Di tempat inilah anak keenam dari delapan bersaudara ini pertama kali bertemu Dani dan Nana yang kerap bertandang untuk mengikuti pengajian.

Untuk memperdalam pengaruh ajarannya, Syaifuddin tak segan mengajak pemuda setempat untuk berkemah di luar kota.

Sebelum aksi teror di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton, Zuhri dengan tekun mendampingi Dani dan Nana untuk survei lokasi peledakan. Sosok Zuhri terlihat dalam rekaman yang tersimpan dalam komputer jinjing Noordin M Top yang disita polisi dalam penyergapan di Solo 17 September 2009.

Dalam rekaman tertanggal 21 Juni 2009 pukul 07.30 WIB itu tampak Dani dan Nana sedang pura-pura berolahraga di depan Hotel Ritz-Carlton. Mereka bercakap-cakap dan bercanda dengan si pengambil gambar yang tak lain adalah Syaifudin Zuhri.

Zuhri kembali mendatangi lokasi tersebut bersama Dani dan Nana tanggal 28 Juni 2009 pukul 17.40 WIB.

Sejumlah pengamat meyakini, Syaifudin Zuhri kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Noordin M Top yang tewas ditembak polisi di Solo. Pasca-ledakan bom Juli lalu, Zuhri menghilang bersama Mohamad Syahrir, kakak kandungnya. Mereka kemudian dinyatakan masuk daftar pencarian orang oleh polisi.

Mohamad Syahrir alias Aing kelahiran Jakarta 25 Juni 1968. Aing beralamat di Komplek Garuda Blok C1 No 6 RT 06 RW 16 Kampung Melayu Teluk Naga, Tangerang. Sementara orang tua mereka tinggal di Jalan Giring-Giring II/104, Sukmajaya, Depok.

Aing memiliki keahlian spesifik dalam bidang mesin pesawat. Dia merepakan teknisi pesawat yang tergabung dalam Ikatan Teknisi Pesawat Udara Indonesia. Pria berumur 41 tahun ini tercatat sebagai lulusan STM Penerbangan Jakarta tahun 1988 dan pernah bekerja di maskapai Garuda Indonesia dan Adam Air serta Air Effatha.

Mohamad Syahrir adalah anak ketiga dari delapan bersaudara. Saudara-saudaranya yang lain ialah Dermo (46), Anugrah (43), Sabil Kurniawan (38), Sucihani (35), Syaifudin (32), Subhi (26), dan Eri (23).

Aksi teror Juli lalu tak hanya melibatkan dua bersaudara ini. Mereka turut mengajak ipar mereka, Ibrohim yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung. Ibrahim berprofesi sebagai penata bunga (florist) di Hotel Ritz Carlton. Sebelumnya, pria yang aktif di Jamaah Islamiyah (JI) sejak tahun 2000 itu juga pernah bekerja di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan.

Namun, sepak terjang mereka berakhir hari ini di Kelurahan Cempaka Putih, Jalan Ciputat Raya, Tangerang Selatan, Banten. Keduanya tewas ditembak pasukan Densus 88 Polri.

Sumber : www.okezone.com

Selanjutnya...

Kapolri: Teroris Ciputat Insya Allah Zuhri & Syahrir

JAKARTA - Buronan tersangka teroris Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir dikabarkan ditembak oleh pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Kelurahan Cempaka Putih, Jalan Ciputat Raya, Tangerang Selatan, Banten.

Saat wartawan mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dia hanya mengangkat jempol tangannya. "Insya allah, insya allah," ujarnya di Mabes Polsri, Jalan Trunojoyo Jakarta, Jumat (9/10/2009).

Kapolri mengatakan pihaknya akan memberikan keterangan lebih rinci nanti sore pukul 17.00 WIB di Mabes Polri. Ditanya kembali apakah yang digerebek teroris, Kapolri mengatakan, "Iya, pasti."

Sebelumnya, penggerebekan dilakukan Densus 88 sekira pukul 11.30 WIB-12.00 WIB. Sebuah ledakan diikuti rentetan tembakan terdengar dari lokasi kejadian. Yang pasti, penggerebekan tersebut untuk mengejar pelaku teror.

Dalam penggerebekan tersebut, dua orang dikabarkan tewas. Namun belum diketahui identitas dari dua orang yang tewas tersebut.(abe)(kem)

Sumber: www.okezone.com

Selanjutnya...

Puluhan Ribu Buku Perpustakaan Sumbar Tertimbun

Padang (ANTARA) - Puluhan ribu judul buku yang ada di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), tertimbun reruntuhan bangunan kantor berlantai empat itu, pascagempa Rabu (30/9).

"Kami baru bisa menyelamatkan sekitar 5 persen buku-buku koleksi yang ada di pustaka," kata Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumbar, Eka Nuzla, di Padang, Jumat.

Dia mengatakan, sejak Sabtu (3/10), karyawan perpustakaan mencoba mengumpulkan buku-buku di bekas reruntuhan kantor yang beralamat di Jalan Diponegoro No 4 Padang itu.

Buku-buku tersebut kemudian dibawa ke Kantor Arsip Sumbar di Jalan Pramuka 4 no 2 Padang.

"Saat ini perpustakan kami pindahkan ke kantor arsip," kata Eka.

Gempa dahsyat yang menimpa Sumbar itu, kata dia, juga mengakibatkan satu mobil pustaka keliling hancur.

Akibat peristiwa itu, kata dia, aktivitas pustaka Sumbar lumpuh.

Eka mengaku belum bisa menaksir berapa kerugian akibat gempa tersebut.

"Bangunan kantor saja sekitar Rp8 miliar, belum lagi pustaka dan semua isinya," kata dia.

Badan Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar memiliki koleksi 89.289 judul buku, dengan jumlah buku sebanyak 474.173 eksemplar.

Sebelum peristiwa gempa, jumlah kunjungan masyarakat ke pustaka selalu mengalami peningkatan. Pada 2005, jumlah pengunjung ke Perpustakaan Sumbar sebanyak 112.730 orang. Pada 2006 naik menjadi 123.384 orang, 2007 menjadi 153.231 orang dan 2008 meningkat menjadi 166.307 orang.

Dalam musibah gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) tersebut, menurut Eka, tidak ada pengunjung dan karyawan pustaka yang menjadi korban.

Gempa paling parah menimpa wilayah Kota Padang, Padangpariaman, dan Agam. Musibah itu diperkirakan menelan korban sekitar 1.000 orang yang tertimbun reruntuhan bangunan dan longsoran tanah.

Sumber: www.antara.co.id

Selanjutnya...

Dua Teroris Dikabarkan Tewas, Kapolri Acungkan Jempol

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri membenarkan telah terjadi penggerebakan kelompok teroris oleh tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri di Ciputat, Jakarta, Jumat (9/10).

"Hasil penyelidikan di lapangan, ya," ujarnya singkat. Jenderal bintang empat tersebut berjanji akan mengungkapkan kronologis peristiwa penggerebekan tersebut. "Hari ini. Jam 5 ya. Saya rapat dulu soalnya," tuturnya.

Saat ditanya apakah dua di antara kelompok teroris yang berhasil di lumpuhkan tersebut, Bambang Hendarso Danuri hanya tersenyum seraya mengacungkan jempol kanannya. "Insya Allah, nantinya," ujarnya.

Penggerebekan teroris terjadi di dua titik di daerah Ciputat. Berdasarkan informasi yang di dapat persda network, titik penggerebekan terletak di bawah fly over Ciputat dan di belakang Mega Mall, Ciputat.

Sumber: www.kompas.com

Selanjutnya...