Tampilkan postingan dengan label Ramadan. Tampilkan semua postingan

Mengisi Bulan Ramadan dengan Jalan-Jalan

Jumat, 18 September 2009


Troso - Banyak hal yang bisa dilakukan di bulan Ramadan. Mulai dari memperbanyak tadarus al-Quran dan berdzikir, hingga kegiatan-kegiatan refresing. Seperti yang dilakukan oleh kaum anak baru gede (ABG) di desa Troso. Mereka lebih memilih jalan-jalan ke persawahan di pagi hari daripada memperbanyak membaca al-Quran di rumah atau di musholla.

Tidak hanya dari desa Troso saja. Banyak dari para "pejalan kaki" tersebut berasal dari desa Pecangaan, Ngeling, atau bahkan dari desa Sowan Kidul. Biasanya, para ABG tersebut berangkat dari rumah setelah waktu shalat Subuh, dan kebanyakan berkumpul di sebuah jembatan.

Kegiatan yang dilakukan oleh mereka pun beragam. Ada yang jogging ringan, melihat sunrise (matahari terbit), ngobrol dengan teman, menyulut petasan, atau bahkan ada yang memanfaatkan momen tersebut sebagai ajang mencari teman lawan jenis.

Ya, hal itu sudah menjadi rahasia umum lagi. Mungkin Anda masih bisa menyaksikan lagi Sabtu pagi (19/09/09) dan langsung bisa membuktikan kebenaran kegiatan yang terakhir tadi. Seperti yang telah saya amati, para ABG tadi, utamanya yang wanita berdandan "lebih berani" bila dibandingkan dandanan di rumah. Bisa jadi hal itu bertujuan untuk menarik simpati dari lawan jenis yang melihatnya.

Semakin lama semakin surut

Sebenarnya, momen tahunan seperti itu sudah lama ada dan membudaya sampai sekarang. Pada waktu kecil dahulu, saya bersama teman-teman sepermainan paling gemar berjalan-jalan ke sawah. Namun seiring perjalanan waktu, peminatnya semakin berkurang saja. Kalau pada waktu saya kecil, para ABG memenuhi jalan penghubung sepanjang Pecangaan - Ngeling. Namun sekarang, sudah terlihat perbedaan jumlahnya, pada waktu hari Jumat sekalipun.

Memang, sebagian penduduk desa Troso dan sekitarnya, memiliki hari libur pada hari Jumat sehingga kebanyakan dari mereka memanfaatkan hari libur tersebut untuk berjalan-jalan.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Azis (21), salah satu ABG yang kebatulan berpapasan dengan saya. "Waduh, Mas. Sekarang sudah sepi, tidak seperti waktu saya kecil dulu. Padahal waktu saya masih sak uceng (masih kecil - red), di tempat ini ramai sekali lho. Sampai-sampai orang yang tidak pernah melihat akan mengira bahwa itu adalah long march," kata Azis.

Azis yang kebetulan mengajak beberapa temannya juga mengiyakan hal tersebut. Bahkan salah satu dari mereka nyeletuk. "Itung-itung cari gebetan, mas," kata salah satu dari mereka yang kemudian disambut dengan ledakan ketawa dari kami.

Itulah dunia ABG, dunia yang penuh dengan warna. Tetapi, semoga saja tidak menghilangkan keberkahan di bulan Ramadan ini. Puasa tinggal besok pagi, tetap bersemangat untuk menjalankanya.

Fadloli - EMHA Pos

Selanjutnya...

Pendistribusian Zakat Fitrah

Troso - Kemarin (17/09/09), sejumlah panitia penerimaan zakat fitrah mendis-tribusikan zakat yang telah berhasil mereka himpun. Zakat yang berupa beras 2,5 kg tersebut diberikan kepada yang berhak di wilayah Troso dan sekitarnya. Dari hasil pengumpulan sejak seminggu sebelumnya (10/09/09), panitia hanya "mendapatkan" 63 plastik beras saja.


Menurut ketua OSIS, Atina Rizanatul Fakhriyah, jumlah tersebut sangatlah minim, mengingat jumlah siswa di MA Matholi'ul Huda yang meningkat cukup pesat pada tahun ajaran baru kali ini. "Jumlah tersebut sangatlah sedikit bila dibandingkan dengan jumlah siswa yang ada, padahal tahun ini kita mengalami kenaikan jumlah siswa" kata Atina. Menurunnya jumlah kesadaran siswa untuk berzakat di madrasah nampaknya cukup disayangkan oleh ketua OSIS.

Atina mengharapkan untuk tahun-tahun setelah periode kepemimpinannya, kuantitas siswa yang mengeluarkan zakat lewat amil lebih dapat ditingkatkan. "Harapan kami semoga pada tahun-tahun nanti siswa lebih loyal terhadap madrasah. Salah satunya dengan mau mengeluarkan zakat lewat panitia penerimaan zakat di sekolah kita ini," lanjutnya.

Buka Bersama


Seperti biasanya, kegiatan sosial berupa pendistribusian zakat fitrah ini diakhiri dengan buka bersama. Pada kesempatan tersebut, panitia mengundang kepala madrasah, para sesepuh, dan beberapa tamu undangan. Saat ditanya soal sumber pendanaan buka bersama, Atina menambahkan, "Perlu kami tegaskan sekali lagi, untuk kegiatan buka bersama, kami mengajukan anggaran tersendiri kepada madrasah. Kami mengajukan anggaran sebesar Rp 450.000. Adapun untuk hasil zakat, semuanya kami distribusikan kepada yang berhak,"

Fadloli - EMHA Pos

Selanjutnya...

Buka Bersama Dewan Ambalan

Rabu, 16 September 2009

Troso - Sejumlah pengurus dewan ambalan Setia Budi - Fatmawati (MA Matholi'ul Huda Troso) mengadakan buka bersama kemarin (15/09/09) sore. Acara juga dihadiri pembina dan beberapa alumni. Rangkaian acara buka bersama dimulai pukul 16.00 WIB dengan dimulai dengan tadarus al-Quran 30 juz.


Usai tadarus al-Quran dan pembacaan doa khotmil Quran, dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh salah satu pengurus Dewan Ambalan, Moh. Khoiruddin. Dalam kultumnya, dia mengutip dari sebuah kitab salaf Sullam at-Taufiq karangan Syeikh Nawawi al-Bantani tentang tiga golongan orang yang rugi di akhirat. Gologan yang pertama adalah orang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad saw disebut, tidak membaca shalawat atas beliau. Golongan kedua adalah orang yang menyakiti hati orang tua, dan golongan terakhir adalah orang yang keluar dari bulan Ramadan tetapi tidak mendapatkan pengampunan oleh Allah.

Setelah kultum, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh alumnus angkatan ke-3 (2007/2008), Ahmad Hakim dan diakhiri dengan doa oleh penulis. Ketika sudah memasuki waktu magrib, beberapa panitia membagikan minuman teh hangat dan makanan yang dibungkus dalam bungkus styrofoam.

Program Kerja


Pengurus dewan ambalan memang mempunyai program kerja tahunan berupa acara buka bersama. Kegiatan tersebut rutin dijalankan dan biasanya dilaksanakan pada akhir bulan ramadan. Tujuan utama adalah untuk menjalin komunikasi antarpengurus, antara pengurus dengan pembina serta alumni.

Fadloli - EMHA POS

Selanjutnya...

Lebaran 1,5 Miliar SMS Per Menit

Selasa, 15 September 2009

Kompas - Pemerintah memperkirakan trafik SMS saat Idulfitri akan mencapai 1,5 miliar per menit. Untuk itu, sejumlah operator telekomunikasi harus mempersiapkan jaringannya agar tidak diprotes pelanggannya.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot S Dewa Broto mengungkapkan, Depkominfo memperkirakan, Telkomsel pada puncak lebaran tahun ini akan mencapai 600-750 juta SMS per menit, Indosat 383 juta SMS per menit dan Excelcomindo (XL) 150 juta SMS per menit.

"Dari tiga operator itu, angkanya sudah melampaui 1,3 miliar SMS per menit. Apalagi jika ditambah beberapa operator seluler lainnya," katanya di sela pengumuman antisipasi lonjakan trafik Lebaran 2009, Minggu (13/9).

Sedangkan untuk panggilan suara, angka totalnya diperkirakan bisa melampaui tiga miliar panggilan per menit. Perkiraan ini dibuat berdasarkan data Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan Ditjen Pos dan Telekomunikasi untuk lonjakan 2007 dan 2008.

Pada 2008, puncak trafik SMS tiga operator itu mencapai 977 juta SMS per menit. Sedangkan di 2007 angkanya mencapai 714 juta SMS per menit. Untuk panggilan suara, pada 2008, ketiganya mencapai 2,279 miliar panggilan per menit. Pada 2007, angka yang tercapai adalah 1,144 miliar panggilan per menit.

Mengantisipasi melonjaknya trafik selama Lebaran, sejumlah operator seluler menyiapkan penambahan kapasitas jaringan hingga tiga kali lipat. Diperkirakan, lonjakan trafik, baik SMS maupun percakapan melonjak mulai tujuh hari sebelum hingga empat hari sesudah Lebaran.

Head of West Java Region PT Indosat, Bambang Wirawanto mengatakan, pihaknya menambah kapasitas layanan pesan singkat (SMS) hingga 300 persen, dari 1.000 transaksi SMS per detik menjadi 3.000 transaksi SMS per detik. "Jaringan Lebaran ini dicover sekitar 3.200 BTS (base transceiver station) yang meliputi area SukabumiBanjar dan Cikampek-Cirebon," kata Bambang, Senin (8/9) di Bandung.

Selain itu, diupayakan pula penambahan kapasitas link antarjaringan elemen dan operator lain. Kini, pelanggan Indosat di Jabar mencapai 3,3 juta orang.

Sedangkan Telkomsel memperkirakan, peningkatan trafik komunikasi diperkirakan mencapai 1,5 kali lipat dibandingkan kondisi normal. "Saat ini ada 5,27 juta pelanggan di wilayah Jabar. Saat mudik hingga Lebaran, diprediksi ada peningkatan kapasitas hingga 150 persen atau sekitar tujuh juta saluran baru," kata General Manager Sales and Customer Service Regional Jabar Telkomsel, Tubagus Daniel Azhari.

Vice President XL Central Region, Joedi Wisoeda mengungkapkan, trafik SMS pada jam sibuk hari normal mencapai 2.500 pesan per detik dengan total 60 juta SMS per hari. Adapun trafik panggilan keluar rata-rata 380 juta per hari. Diperkirakan akan terjadi lonjakan trafik hingga 100 persen pada Lebaran tahun ini.

Pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung, Sutikno Teguh mengatakan, operator seluler tidak dapat disalahkan sepenuhnya atas kepadatan jaringan komunikasi saat Lebaran. Migrasi penduduk dalam jumlah besar menjelang Lebaran mengakibatkan sejumlah wilayah lebih padat daripada wilayah lain.

"Sebagian besar operator seluler menambah kapasitasnya tiga kali lipat. Padahal, pada praktiknya pasti akan ada beberapa wilayah di sekitar BTS tertentu yang lonjakan trafiknya hingga 10 kali lipat, seperti obyek wisata, terminal, atau daerah tujuan mudik. Ketika salah satu jaringan BTS terganggu, itu akan memengaruhi BTS lain," ungkapnya.

Sutikno mengimbau pelanggan operator seluler untuk menyiapkan setidaknya dua atau tiga nomor dari operator berbeda untuk mengantisipasi kemacetan komunikasi akibat overload jaringan.

Sumber: www.kompas.com

Selanjutnya...

Bacaan Tarhim

Rabu, 09 September 2009



Selanjutnya...